Minggu, 06 Juli 2014

MAKALAH MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI DUA ANGKA DALAM PEMECAHAN MASALAH

KATA PENGANTAR
Assalammu’alaikumWr…Wb….
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis memberi judul makalah ini “Bilangan yaitu melakukan Penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam pemecahan masalah”dengan dosen pembimbing Arifin Muslim,S.pd
Tujuan dari pembuatan makalah ini yang utama yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika dikelas rendah.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, maka dariitu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini.
Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca.







Meulaboh, 21 November 2012
Penulis

TUTI ASRA

  


DAFTAR ISI
 

KATA PENGANTAR...................................................................................              i
DAFTAR ISI.........................................................................................................      ii
BAB I PENDAHULUAN                                                                                         
A.    Latar Belakang...............................................................................       1
B.     Tujuan............................................................................................      1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Kajian Kurikulum.........................................................................         3
B.     Kajian materi.................................................................................       5
C.    Kelebihan Dan kekurangan Buku………………………………...        5
D.    Cara Pembelajaran………………………………………………...     6
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan...................................................................................        9
B.     Saran.............................................................................................       9
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak akan pernah lepas dari matematika.Bukan hanya di sekolah saja kita mempelajari matemetika namun.dalam kehidupanpun matematika sangat  penting,dari matematika tingkat dasar hingga yang tersulit sekalipun.
Mata pelajaran matematika perlu diberikan kapada semua peserta didik mulai dari tingkat sekolah dasar, untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama.Ini diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan mengelola dan memanfaatlkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah.
Dalam setiap kesempatan pembelajaran matematika,hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah dengan mengajukan masalah umum,peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika.Untuk menungkatkan keefektifan dalam pembelajaran alangkah baiknya jika memanfaatkan Teknologi Informasi dan komunikasi,seperti computer,alat peraga dan media yang lainnya.


B.     TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1.      Siswa dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka
2.      Siswa dapat mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar
3.      Siswa dapat menentukan nilai tempat puluhan dan satuan
4.      Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi dalam penjumlahan dan pengurangan
5.      Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari










 
                                                                           BAB II 
PEMBAHASAN


A.     KAJIAN KURIKULUM
Menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP)
Pembelajaran Matematika SD kelas I Semester II
BILANGAN
Standard kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
1.    Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam pemecahan masalah
1.1.       Membilang banyak benda
1.2.       Mengurutkan banyak benda
1.3.       Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan
1.4.       Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka
1.5.       Menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan
1.6.       Menyelesaikan masalah yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka
1.1.1.    Siswa dapat mengenal bilangan sampai dengan 100
1.1.2.    Siswa dapat membaca dan menulis lambang bilangan
1.1.3.    Siswa dapat mengurutkan banyak benda
1.2.1.    Siswa dapat mengurutkan banyak benda
1.2.2.    Siswa dapat mengurutkan bilangan
1.2.3.    Siswa dapat menentukan nilai tempat puluhan dan satuan
1.3.1.   Siswa dapat mengenal nilai tempat
1.3.2.  Siswa dapat menuliskan bentuk panjang suatu bilangan
1.3.3.    Siswa dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka
1.4.1.    Siswa dapat menjumlahkan dua bilangan
1.4.2.    Siswa dapat menjumlahkan bilangan kelipatan 10
1.4.3.    Siswa dapat menyelesaikan soal cerita penjumlahan
1.4.4.    Siswa dapat mengurangkan bilangan
1.4.5.    Siswa dapat menyelesaikan soal cerita pengurangan
1.4.6.    Siswa dapat menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan
1.5.1.    Siswa dapat mengenal sifat pertukaran pada penjumlahan
1.5.2.    Siswa dapat mengenal sifat pengelompokan pada penjumlahan

B.     KAJIAN MATERI
Buku yang kami gunakan bersumber dari buku BSE Matematika kelas 1 yang dibuat oleh Departemen Pendidukan Nasional 2008 dan buku ajar Matematika kelas 1 yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga KTSP 2006,mengenai Penjumlahan dan pengurangan yang dikaitkan dengan masalah yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.

C.     KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU
Literatur  1:Erlangga(Tim Bina karya Guru)
Kelebihan buku :
Ø  Huruf yang digunakan jelas dan besar,sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh siswa
Ø  Gambar yang digunakan berwarna,sehingga membuat buku lebih menarik
Ø  Materi yang disajikan lebih lengkap dan sudah sesuai dengan indikator
Kekurangan buku :
Ø  Gambar terlalu padat dan kecil,sehingga menyulitkan siswa untuk memahami materi
Ø  Contoh yang diberikan sebelum soal sangat sedikit dan kurang
Literatur 2:BSE
Kelebihan buku :
Ø  Huruf yang digunakan besar-besar dan mudah dipahami
Kekurangan buku:
Ø  Gambar yang disajikan kurang menarik dari segi warna dan tampilan yang kurang berfariasi
Ø  Contoh soal yang diberikan kurang,sehingga siswa kurang bisa memahami
Ø  Materi yang disajikan kurang lengkap




  
D.    CARA PEMBELAJARAN
Cara pembelajaran matematika dikelas rendah dianjurkan menggunakan hal-hal yang konkret karena siswa akan lebih mudah menangkap materi yang disampaiakan oleh guru,setiap guru pasti mempunyai cara pembelajaran yang berbeda-beda dalam menyampaikan materi yang dapat memotivasi siswa.
1.      Membilang banyak benda
·        Mengenal bilangan sampai 100
Guru memberikan contoh yang konkret,kemudian siswa diminta untuk menghitungnya.
Contoh : siswa diminta untuk menghitung banyaknya meja dan kursi yang berada didalam kelas
Siswa menghitung berapa banyak teman mereka yang berada dalam kelas
·        Membaca dan menulis lambang bilangan
Contoh :     21 dibaca dua puluh satu
                        30 dibaca  tiga puluh
                        35 dibaca tiga puluh lima
2.      Mengurutkan banyak benda
·        Membandingkan banyak benda
Membandingkan banyaknya jumlah siswa laki-laki dan jumlah siswa perempuan
Contoh : jumlah siswa laki-laki 17  dan jumlah siswa perempuan 22 jadi jumlah siswa laki-laki kurang dari jumlah siswa perempuan,sedangkan jumlah siswa perempuan lebih dari jumlah siswa laki-laki (17 kurang dari 22 dan 22 lebih dari 17)
·        Mengurutkan banyak benda
Mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga yang terbesar atau sebaliknya
Contoh ; menuliskan lambang bilangan secara acak dan siswa mampu menuliskannya dari yang terkecil hingga yang terbesar atau sebaliknya
3.      Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan
·        Mengenal nilai tempat
Menentukan mana yang termasuk nilai tempat puluhan dan mana yang menempati nilai satuan
Contoh :     25 jadi 2 menempati nilai puluhan dan 5 menempati nilai
satuan
·        Menuliskan bentuk panjang suatu bilangan
Contoh :     71 =  7 puluhan +  1 satuan
            93 = 9 puluhan + 3 satuan
4.      Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka
·        Menjumlahkan dua bilangan
Contoh :     30+5=35
                  63+7=70
·        Menjumlahkan bilangan kelipatan 10
Contoh : 30+20=50
      Agar siswa mudah dalam melakukan penghitungan maka yang dijumlahkan angka yang depan saja kemudian tambahkan nol pada hasilnya
3+2=5  kemudian tambahkan nol pada hasilnya jadi 50
·        Menyelesaikan soal cerita penjumlahan
Contoh : budi diperintah ibu membeli telur sebanyak 12 butir telur,kemudian diperintah lagi membeli 15 butir telur,berapa butir telur yang dibeli budi semuanya?
Jawab :       12 butir (pembelian pertama)
                  15 butir (pembelian kedua)
                  Jadi banyak telur yang dibeli budi 12 + 15 =27 butir telur
·        Mengurangkan bilangan
Contoh :           28 – 8= 20
                        36 – 5= 31
·        Menyelasaikan soal cerita pengurangan
Contoh : Anton diberi permen oleh kak.Sasa sebanyak 25 butir permen,kemudian dimakan sebanyak 2butir,berapa permen Anton sekarang?
jawab :             25 permen – 2=23 permen
jadi permen Anton yang tersisa adalah 23 butir permen
5.      Menggunakan sifat operasi pertukaram dan pengelompokan
·        Mengenal sifat pertukaran pada penjumlahan
Contoh :     3+20=23                      20+3=23
                  Jadi 3+20=20+3
·        Mengenal sifat pengelompokan pada penjumlahan
Contoh :     (11+5)+3=16+3=19
                  11+(5+3)=11+8=19
6.      Menyelesaikan masalah yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan dua angka
Contoh : Budi mempunyai 73 kelereng,kemudian digunakan untuk bermain dengan Anton dan menang 7 kelereng,lalu main lagi dan kalah 4 kelereng.Tinggal berapa kelereng Budi sekarang?
Jawab : (73kelereng+7kelereng) – 5kelereng=80-5=75
            Jadi kelereng yang dimiliki Budi sekarang adalah 75 kelereng.







BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
      Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan makalah ini yaitu bahwa dalam pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dibutuhkan sesuatu yang konkret dalam penyampaian materinya agar siswa lebih mudah dalam memahami dan menangkap materi tersebut dan dapat menerapkannya dalam kehidupan,dan kurikulim yang digunakanpun sangat mempengaruhi dalam teknik pembelajarannya.

B.     SARAN
             Seorang guru harus mampu mengaplikasikan materi sesuai dengan sumber yang disesuaikan dengan kurikulum kedalam hal yang kongkrit yang mudah dipahami oleh siswa dan siswa diharapkan mampu menangkap materi yang diberikan.
Setiap guru diharapkan mampu menyampaikan pembelajaran matematika dengan cara yang menarik agar siswa tertarik untuk mempelajarinya.





DAFTAR PUSTAKA



Tim AL-YA’LU, Malang. 2008. Matematika Untuk SD/MI Kelas 1. Jakarta:          Depdiknas.

Tim Bina Karya Guru. 2006. Matematika Terampil Berhitung 1. Jakarta:  Erlangga.
  

Catatan Hati seorang Istri

Akankah abadicinta yang telah terikat oleh tali suci, jika tak kau jaga sepenuh hati?

Apa yang sanggup diucap seorang istri, ketika melihat seorang gadis bersama keluarganya datang melamar sang suami? Bagaimana harus bersikap saat suami berpaling, dan ingin menikah lagi? Benarkah ketika suami berkata ingin menikahi perempuan lain, ia sedang jatuh cinta? 

Selasa, 11 Desember 2012

Demokrasi Pancasila


PENTINGNYA MENGENAL DEMOKRASI DI INDONESIA

Istilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan) Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat",yang dibentuk dari kata (demos) "rakyat" dan (Kratos) "kekuasaan", merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.
Berbicara mengenai demokrasi adalah memburaskan (memperbincangkan) tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Ia adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu. Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik. Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak. Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis. Bagi Gus Dur, landasan demokrasi adalah keadilan, dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya, sesuai dengan apa yang dia ingini. Jadi masalah keadilan menjadi penting, dalam arti dia mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi harus dihormati haknya dan harus diberi peluang dan kemudahan serta pertolongan untuk mencapai itu.
Di indonesia pernah berlaku demokrasi terpimpin Masa Demokrasi Terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno diawali oleh anjuran beliau agar Undang-Undang yang digunakan untuk menggantikan UUDS 1950 adalah UUD'45. Namun usulan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggota konstituante. Sebagai tindak lanjut usulannya, diadakan voting yang diikuti oleh seluruh anggota konstituante . Voting ini dilakukan dalam rangka mengatasi konflik yang timbul dari pro kontra akan usulan Presiden Soekarno tersebut.
dimulai sejal dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret pada tanggal 11 maret 1966. Demokrasi terpimpin di Indonesia dimaksudkan oleh Sukarno sebagai demokrasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa, yang berbeda dengan system demokrasi liberal yang merupakan produk dari barat, tetapi pada pelaksanaannya,DemokrasiTerpimpinmengalamibentukmacampenyimpangan.
Penyimpangan-penyimpangan tersebut diakibatkan oleh terpusatnya kekuatan politik pada Presiden Soekarmo. Era tahun 1959 sampai dengan 1966 merupakan era Soekarno, yaitu ketika keijakan-kebijakan Presiden Soekarno sangat mempengaruhi kondisi politik Indonesia.
Prinsip merupakan kebenaran yang pokok/dasar orang berfikir, bertindak dan lain sebagainya. Dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara umum, terdapat 2 landasan pokok yang menjadi dasar yang merupakan syarat mutlak untuk harus diketahui oleh setiap orang yang menjadi pemimpin negara/rakyat/masyarakat/organisasi/partai/keluarga, yaitu:
1.    Suatu negara itu adalah milik seluruh rakyatnya, jadi bukan milik perorangan atau milik suatu keluarga/kelompok/golongan/partai, dan bukan pula milik penguasa negara.
2. Siapapun yang menjadi pemegang kekuasaan negara, prinsipnya adalah selaku pengurusa rakyat, yaitu harus bisa bersikap dan bertindak adil terhadap seluruh rakyatnya, dan sekaligus selaku pelayana rakyat, yaitu tidak boleh/bisa bertindak zalim terhadap tuannyaa, yakni rakyat.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys